img

  Riki Herliansyah sedang menjalani studi di University of Edinburgh, UK

PRESTASI WARGA INDONESIA | Mon, 23 September 2019

Mimpi Mengantarkan Aku Ke Negeri Ratu Elizabeth

Riki Herliansyah, pemuda Kecamatan Long Iram Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur, sedang menempuh program PhD Statistika di University of Edinburgh, UK. Mari kita simak, penuturan Riki yang juga sebagai Ketua Mata Garuda Kalimantan Timur (Ikatan Penerima Beasiswa LPDP Kalimantan Timur) bagaimana bisa sampai menginjakkan kakinya di negeri Ratu Elizabeth.

Bisa ceritakan sedikit tentang siapa Riki?

Where should I start? It’s gonna be a long story lol. Saya Riki Herliansyah, sekarang berusia 26 tahun. Gemar memancing sejak kecil, dikarenakan tinggal di pinggiran Sungai Mahakam tepatnya Long Iram Kabupaten Kutai Barat. Dahulu biasanya perlu waktu satu hari satu malam dari Kota Samarinda untuk tiba di desanya. Sekarang sudah bisa ditempuh dalam kurun waktu satu hari.

Program strata 1 saya yakni jurusan Statistika di Universitas Mulawarman (2010-2014), Pendidikan S2 di University of New South Wales, Australia (2015-2017). Sampai sekarang saya masih single (tapi Insya Allah sudah ada yang menunggu),saya juga mengajar/menjadi dosen Matematika di ITK (Institut Teknologi Kalimantan) sejak lulus dari pendidikan di Australia. Sekarang sedang mengambil program PhD (doctor) di University of Edinburgh, UK pada bidang yang sama juga yakni Statistika (2019-2023, doakan sesuai target).

Kenapa mengambil kampus dan jurusan yang sekarang?

Ceritanya agak panjang, Sebenarnya tujuan awal saya adalah University of St Andrews dan University of Auckland, namun kedua kampus tersebut tidak masuk dalam daftar baik kampus ataupun jurusan di LPDP. Riset yang ingin saya lakukan terkait marine science (penelitan tentang mendeteksi spesies di lautan).  Kemudian, saya mendapatkan kesempatan untuk konferensi internasional di University of St Andrews pada tahun 2018. Saya bertemu dengan seorang Profesor dari University of Edinburgh yang juga mantan dosen di University of St Andrews, dan saya menemui beliau dan menanyakan jika beliau bersedia menerima saya sebagai mahasiswanya, dan alhamdulillah saya dapat diterima dan dapat kuliah di University of Edinburgh.

Satu tips dari saya untuk teman-teman yang mencari supervisor untuk PhD, metode yang paling ampuh adalah datang ke konferensi dimana mereka akan hadir; langsung propose jika mereka tertarik menerima mahasiswa program doktor. Dibandingkan email, cari ini lebih ampuh menurut saya. Untuk, kenapa saya memilih Statistika? Saya memang sudah tertarik dengan ilmu ini sejak S1, bermain-main dengan data, visualisasi dan mengambil keputusan dan membuat sebuah prediksi masa depan. Apa lagi akhir-akhir  ini, ilmu statistik menjadi salah satu yang cukup popular untuk menjadi seorang data sains, membuat saya yakin bahwa statistika adalah pilihan yang paling tepat.

Pernah bermimpi bisa mengambil doktor di usia muda, beasiswa dan di luar negeri?

Hingga saya lulus S1, mimpi untuk bisa kuliah di luar negeri tidak pernah terlintas. Semuanya mengalir saja saat kesempatan itu datang.  Lalu saya sadar bahwa selama ini saya membatasi diri saya untuk berkembang dengan tidak berani bermimpi. Saya sadar sebenarnya saya mampu jika saya “Mau”. Jadi bukan soal, bisa atau tidak, tetapi mau atau tidak. Sejak saat itu, saya bermimpi lebih tinggi salah satunya dengan melanjutkan pendidikan S2 di Australia dan S3 di Inggris, dan sekali lagi saya membuktikan bahwa diri saya ternyata bisa. Maka saya sudah tidak mau lagi membatasi diri saya hanya karena orang lain mengatakan bahwa itu “Mustahil”. Dan ketika bermimpi tentu semakin kuat motivasi kita, maka semakin kuat kita terhadap tantangan, kegagalan dan godaan. Motivasi terbesar saya adalah orang tua. Saya ingin mereka melihat bahwa setiap keringat dan doa yang mereka ucapkan untuk membesarkan saya tidaklah sisa-sia.

Pernah tidak mengalami kegagalan, dan bagaimana cara Riki untuk Move On?

Saya sering gagal, waktu S1 saya sering ikut kompetisi seperti olimpiade, debat bahasa inggris, mahasiswa berprestasi tetapi tidak satu kali pun menjadi juara. Saya bahkan juga pernah melamar di BUMN dan gagal. Jadi saya selalu percaya dibalik kegagalan saya ada jalan lain yang memang sudah disiapkan. Kita sebagai manusia hanya mampu berusaha, hasil tetaplah Allah yang menentukan, begitu juga dengan agama yang lain. Dalam ilmu statistik tingkat kepercayaan kita kepada suatu kejadian paling tinggi adalah 99,99%. Akan selalu ada 0,01% faktor X yang berasal dari Allah yang tidak bisa kita abaikan. Ketika kita sudah menanamkan prinsip ini, apapun yang kita lakukan gagal-berhasil kita tidak akan merasa terlalu frustasi atau terlalu membanggakan diri. Selama kita masih ingin berusaha, peluang untuk berhasil tidak akan pernah nol.

Pesan kepada teman-teman terkait dengan cita-cita dan harapan?

Yakin kepada diri bahwa kita mampu. Tidak perlu dipedulikan apa yang orang katakan (bermaksud melemahkan semangat juang kita). Terus bekerja keras, temukan motivasi terbesar dalam hidup kita, fokus dan atur waktu dengan baik dan yang terpenting jangan lupa meminta doa dan restu kepada kedua orang tua. Terakhir, tuliskan mimpi-mimpi yang ingin kita raih dalam sebuah kertas (buku,karton) dalam kurun waktu 3, 5, dan 10 tahun. Tempel mimpi-mimpi itu pada tempat yang dapat dengan mudah kalian lihat setiap saat. Semoga apa yang kita perjuangkan diberi kemudahan dan akan terwujud. Aamiin.

Foto Terkait

Do you like the information above?

Latest content