img

  Satu porsi asinan acil yang menggugah selera

WISATA BOGA | Sun, 22 September 2019

Segarnya Asinan Acil di Ibu kota Negara Baru

Bermula dari ketidaksengajaan di tempat kerja, Libiyah mulai mengembangkan usaha asinannya. Selain itu wanita yang biasa dijulukin Acil Asinan oleh pelanggannya, berprofesi juga sebagai Asisten Apoteker di RSUD Abadi Samboja. Kisah asinan ini bermula dari Karu Apotek Rawat jalan membeli salak yang ternyata rasanya sepet, kemudian minta tolong dibuatkan asinan. Bermodalkan situs resep terkemuka Cookpad dan Instagram, Libi (nama sapaan) memberanikan diri untuk membuatkan permintaan Karu. Ternyata, Karu dan rekan kerjanya menyukai dan menyarankan agar ditekuni dan berjualan, karena rasanya sudah layak untuk dijual. Keberanian masih belum muncul, saat kumpul keluarga dan kerabat Libi membuatkan asinan sebagai suguhan, dan makin banyak yang memberikan semangat dan akhirnya memberanikan diri untuk berjualan asinan.

Asinan Acil dijual seharga 10 ribu rupiah per porsi, pada awalnya hanya membuat 14 - 30 porsi paling banyak. Seiring berjalannya waktu, Asinan Acil bisa terjual 50-60 porsi dalam satu hari. Bila kebanjiran orderan, tak kurang 100 porsi lebih harus dibuatkan. Buah yang dipakai beraneka ragam, seperti nanas, kedondong, salak pondoh, jambu kristal, apel, pir dan mangga, atau sesuai selera dari pelanggan. Bahkan banyak pelanggan yang tidak merasa puas dengan porsi 10 ribu rupiah, sehingga minta dibuatkan porsi seharga 15 - 25 ribu rupiah.

Menurut Libi, kendala yang ditemui adalah mencari bahan baku berupa buah segar, terutama pada musim kemarau membuat salak pondoh dan jambu kristal susah ditemukan. Namun, Asinan Acil tetap tak sepi pembeli. Lebih nikmat dimakan dingin selain itu juga Asinan Acil mampu bertahan hingga 4 hari (penyimpanan dalam kulkas). Untuk pemesanan bisa hubungi (0853 9233 3282), FB : Libiyah, IG : Asinan Acil. (rad)

Foto Terkait

Do you like the information above?

Latest content